Persiapkan peralatan-peralatan yang diperlukan seperti: manual motherboard, obeng, jumper, thermal grease, fan, blower, dsb. Dengan mempersiapkan peralatan yang diperlukan maka proses overclocking dapat dilakukan dengan lancar.
Grounding & pencegahan listrik statis yang dapat merusak komponen
Perhatian! Motherboard dan komponen komputer lain memiliki integrated circuit yang sangat sensitif. Untuk menghindarkan kerusakan motherboard dan komponen komputer lain akibat listrik statis, lakukan langkah-langkah berikut ini saat melakukan overclocking:
Lepaskan kabel power komputer dari jaringan listrik induk.Letakkan komponen yang dilepas pada sebuah tempat yang terhindar dari listrik statis, atau bisa dimasukkan pada pembungkus komponen yang diberikan saat pembelian.
Casing komputer sebaiknya di-ground ke tanah sehingga tidak ada arus bocor yang membahayakan user saat menyentuh bagian dari komputer yang terbuat dari logam. Selain itu dengan melakukan grounding maka usia komponen komputer akan lebih lama.
Overclocking step by step:
Matikan komputer anda, lepaskan kabel power, dan kabel lain yang terhubung ke komputer dari sumber listrik.
Periksa merek, jenis, dan tipe mobo dan prosesor yang digunakan.
Periksa dan catat clock speed dan multiplier pada motherboard (sebelum di-overclock), kemudian bandingkan dengan clock speed prosesor, jika sama maka prosesor dalam keadaan konfigurasi standar, tetapi jika clock speed prosesor lebih rendah dari konfigurasi bu speed dan multiplier motherboard maka prosesor tersebut telah di-overclock sebelumnya(oleh toko/perakitnya?).
Periksa tegangan yang disuplai untuk prosesor.
Apakah pendinginan yang ada cukup? Jika belum tambahkan heatsink/fan terlebih dahulu.
Mulai overclock dengan mengubah konfigurasi bus speed (dan multiplier, pada beberapa mobo) pada motherboard. Mulai konfigurasi overclocking dari tingkat 'paling aman'.
Hubungkan kabel power ke sumber listrik.
Hidupkan komputer. Jika berlangsung dengan baik (checking memori dan prosesor berhasil), masuk ke program BIOS.
Matikan komputer kemudian periksa lagi tabel target kecepatan overclocking yang dapat diraih. Periksa juga buku manual motherboad.
Jika tidak berhasil masuk ke program BIOS Setup, maka konfigurasi overclocking pada kecepatan tersebut tidak berhasil.
Ubah konfigurasi BIOS Setup ke default (clear CMOS).
Jika berhasil masuk ke sistem operasi dengan baik. Coba kecepatan baru dengan melakukan tes. Disarankan untuk menggunakan software benchmark Prime95 selama 6 jam nonstop dan Superpi. Jika gagal saat tes benchmark dilakukan kemungkinan terjadi kesalahan dalam perhitungan sehingga program tersebut crash atau bahkan terkunci.
Jika tidak berhasil masuk ke sistem operasi periksa pendinginan yang ada, ubah konfigurasi memory timing pada BIOS Setup dengan meningkatkan wait state dan read/write cycle.
Jangan menaikkan tegangan jika tidak terpaksa, karena akan menaikkan panas.
Pendinginan sangat penting!
Inga-inga:
Berhati-hati terhadap prosesor remark
Jika mentok terhadap FSB tertentu, tambahkan tegangan prosesor ke tingkat diatasnya.
Lebih baik menaikkan Bus speed daripada meningkatkan multiplier.
2 buah CPU identik kemampuan o/c tidak sama. alasannya baca di proses pembuatan prosesor.
Selalu tingkatkan bus speed terlebih dahulu
Jangan menurunkan bus speed meskipun multiplier ditingkatkan.Berhati-hati terhadap prosesor remark
Jika mentok terhadap FSB tertentu, tambahkan tegangan prosesor ke tingkat diatasnya.
Lebih baik menaikkan Bus speed daripada meningkatkan multiplier.
2 buah CPU identik kemampuan o/c tidak sama. alasannya baca di proses pembuatan prosesor.

No comments:
Post a Comment