January 21, 2008

GBHO [Garis-Garis Besar Haluan Overclocking]

Karena seringnya timbul pertanyaan pertanyaan mengenai apa sebenarnya dan cara daripada overclocking itu, maka disini saya berusaha membuat GBHO ‘Garis Garis Besar Haluan Overclocking’ .

Panduan ini masih jauh dari sempurna namun diharapkan bisa membantu rekan rekan ocindo baik yang masih newbie ( bener bener ga tau ) dan juga yang expert ( udah tau tapi kadang kadang lupa )


Newbie disini diasumsikan adalah orang yang minimal bisa menyalakan, menggunakan computer, termasuk nuker vga card, nambah / mbongkar hardisk, mbersihin casing, dan lain sebagainya.

Q : PAAN SEH OVERCLOCKING ?
A: Overclocking adalah satu usaha untuk membuat computer kita ‘berlari’ diatas kecepatan standarnya.

Tapi kenapa sih ada orang yang mau bersusah payah mengoverclock komputernya? Ada banyak alasan. Ada orang yang ingin menghemat uang dengan ‘memeras’ hasil terbaik dari kombinasi peripheralnya. Ada juga yang ingin main game dengan fps yang lebih baik , dan masih banyak hal yang lain. Bagi beberapa orang , overclocking adalah hobby dan seni, dimana kepuasan utamanya adalah kepuasan pribadi.. you know… gue sendiri kayaknya seneng banget kalo ada orang yang terperangah kalo tau bahwa computer gue yang harganya mungkin cuman ½ nya tapi perform sama bagusnya dengan computer branded yang dia miliki..

Pemahaman berikutnya : Tidak akan ada computer yang akan memberikan hasil sama, meskipun keduanya sama sama sebangun dan identik . ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan / kesuksesan sebuah proses overclocking. Jadi , misalkan kita udah beli spek yang sama dengan sebuah overclocked computer yang bisa mencapai 6,5 Ghz ( baca di review luar nih ceritanya, lalu beli vapochill, Nitrogen, Hidrogen, memorynya , mobonya, processornya.. bla bla bla trus dibikin persis kayak yang direview itu ) .. ditangan kita belum tentu bisa sampe segitu…. Disinilah ( menurut guwe pribadi ) seni nya .. dan proses pencapaian ini selalu liwat proses trial dan error

Q:TRIAL AND ERROR ? KALO KOMPIE GUE JEBOL GIMANA ?
A : selama testing nya make akal sehat dan memahami betul bagaimana cara sebuah computer berfungsi, gue rasa ga akan ada masalah… inget inget kata mama.. apapun yang berlebih itu berbahaya.. Panas berlebih, Voltase berlebih.. Vcore berlebih..

Basic error yang sering gue alamin adalah … gue terlalu pengen CEPET kelar dan pengen cepet cepet mbikin skrinsut Sehingga kurang berhati hati dalam masang heatsink… salah perhitungan fsb.. kesalahan kesalahan kecil ini ga bisa di toleransi.. solusi ? rencanakan dulu kalo pengen nge oc computer anda.. minimal ada obeng minus, tang, thermal grease, handuk… dan rokok secukupnya…..

Q: OK , KOMPUTER GUE GA JEBOL.. TAPI BISA RUSAK GA SIH ?
A: rusak ? tentu bisa… pls diinget , segala proses mengoverclock suatu benda akan mengurangi umur benda tersebut… APABILA TIDAK DIIKUTI PROSEDUR STANDAR COOLING…
Kalau temen temen semua memiliki system cooling yang baik , kenapa harus takut ? cuman emang kadang kadang ga masuik diakal kalu kita cuman pake heatsink standar , lalu mengharapkan barton 2500+ kita lari di 3800+ ( UDAH GILA KALI ! ) meskipun emang ada beberapa diantara temen temen disini yang ‘gilanya CUKUP’


DASAR DASAR PERALATAN

Casing :
Ada yang punya casing bagus… dikasi kipas 20 biji biar airflownya bagus… boleh… ada juga yang pake triplek .. digeletakin gitu aja.. trus dihembus pake ac.. itu juga boleh… intinya airflow dalam casing ( kalaupun pake casing ) harus diperhatikan … minimum adalah 2 buah fan.. intake dan exhaust.. the more the better..

PSU : Salah satu factor penting dalam proses overclocking. Semakin banyak peripheral yang mebutuhkan listrik, secara otomatis akan dibutuhkan PSU yang kapasitas nya semakin besar. Minimum ( imho ) 350 watt udah cukup

MOTHERBOARD: pikirkan baik baik sebelum membeli mobo, karena mobo adalah ‘pusat’ utama dari system yang akan kita bangun… salah beli mobo… hmmm nyesel seumur hidup… panduan mudah : disini banyak temen temen yang menggunakan mobo dari berbagai merek dengan berbagai spek.. coba lah perhatikan pengalaman mereka baik baik…

CPU: Sama aja kayak mobo… jangan salah beli… perhatikan baik baik spek dasar, multi, batch code… salah beli processor… bisa bisa lari default terus seumur hidup…

oh iya sedikit info ( buat dijadiin patokan ) untuk processor, rentang temperature secara umum untuk processor AMD dan INTEL adalah 40 - 55 derajad ( tergantung suhu ruangan) dalam keadaan 0 ( nol ) load . Dalam keadaan full load ( folding, Seti, Prime, dan stress test lainnya ) suhu berkisar +5-7 derajad dari suhu idle.

COOLING: kadang terlewatkan begitu saja… pemilihan system cooling, baik itu berupa heatsink + fan, waterblok , peltier, dan lain lainnya menentukan ‘aman’ nya peripheral anda… jangan sekali kali coba naikin vcore processor kalo pendingin anda kurang / tidak memadai
Pilih thermal grease yang berkualitas baik. Ada beberapa merek dipasaran yang sudah kita kenal… explore it yourself..
Rapihkan kabel kabel di dalam casing untuk memperbaiki airflow.. simple, murah .. namun sangat efektif….. .

RAM : .. mestinya bagian ini ga usah dijelasin detail dulu yah…. Udah pada ngerti kan apa itu pc 2100, pc 2700, pc 3200, pc 4000, CAS-2 , CAS-3

VIDEO CARD: ini pasti udah apal diluar kepala….. gue sendiri kurang paham urusan vga….yang jelas makin bagus kecepatan vga card, tingkad kedalaman warna dan jumlah FPS makin ‘menyejukkan’ mata kita pada saat bermain computer

HARDDRIVES: Overclocking kadang dapat menyebabkan data korup, so back up data anda kalo ndak ingin ‘nangis bombay’ .. udah gagal ocing, data korup, pinjem tali….. then……. ( fill in the blanks ). Hardisk 5400 RPM tentu saja berputar lebih lambat dibanding dengan Hard disk 7200 RPM. namun data transfernya tentu lebih inferior. Pertimbangan kegunaan kedepan dari komputer tersebut pada saat pemilihan/ pembelian harddisk, jangan lupa.. kecepatan load game / aplikasi juga dipengaruhi salah satunya oleh kecepatan hard disk

Nnaahh.. ini dia yang seru … step step standar ocing…. Tujuan utama adalah mencari kecepatan cpu tertinggi so :

PROC INTEL multiplier nya ga bisa diubah jadi satu satu nya cara adalah manaikkan bus speed.. naikkan sedikit sedikit sampai kestabilan dapat tercapai..

PROC AMD : Sama konsepnya seperti PROC INTEL , naikkan fsb terlebih dahulu.. Pada beberapa processor AMD multiplier dapat diubah , sehingga kita bisa mencari kombinasi terbaik antara FSB dan Multiplier.. uji stabilitasnya sampai benar benar stabil… ingat : keberhasilan mendapatkan kombinasi FSB x Multiplier terbaik ada di tangan anda.

Kalau komputernya ga mao boot, crash, freeze, error message, ataupun BSOD… kemungkinan besar masih dalam keadaan belum stabil.. Naikkan voltase sedikit demi sedikit.. sampai kestabilan tercapai… perhatiin temperature cpu juga yaq!...

Langkah-Langkah Dasar Overclocking

Persiapkan peralatan-peralatan yang diperlukan seperti: manual motherboard, obeng, jumper, thermal grease, fan, blower, dsb. Dengan mempersiapkan peralatan yang diperlukan maka proses overclocking dapat dilakukan dengan lancar.

Grounding & pencegahan listrik statis yang dapat merusak komponen
Perhatian! Motherboard dan komponen komputer lain memiliki integrated circuit yang sangat sensitif. Untuk menghindarkan kerusakan motherboard dan komponen komputer lain akibat listrik statis, lakukan langkah-langkah berikut ini saat melakukan overclocking:
Lepaskan kabel power komputer dari jaringan listrik induk.
Memegang komponen komputer pada bagian pinggir dan jangan menyentuh chip IC atau rangkaian.
Letakkan komponen yang dilepas pada sebuah tempat yang terhindar dari listrik statis, atau bisa dimasukkan pada pembungkus komponen yang diberikan saat pembelian.
Casing komputer sebaiknya di-ground ke tanah sehingga tidak ada arus bocor yang membahayakan user saat menyentuh bagian dari komputer yang terbuat dari logam. Selain itu dengan melakukan grounding maka usia komponen komputer akan lebih lama.

Overclocking step by step:
Matikan komputer anda, lepaskan kabel power, dan kabel lain yang terhubung ke komputer dari sumber listrik.
Periksa merek, jenis, dan tipe mobo dan prosesor yang digunakan.
Periksa dan catat clock speed dan multiplier pada motherboard (sebelum di-overclock), kemudian bandingkan dengan clock speed prosesor, jika sama maka prosesor dalam keadaan konfigurasi standar, tetapi jika clock speed prosesor lebih rendah dari konfigurasi bu speed dan multiplier motherboard maka prosesor tersebut telah di-overclock sebelumnya(oleh toko/perakitnya?).
Periksa tegangan yang disuplai untuk prosesor.
Apakah pendinginan yang ada cukup? Jika belum tambahkan heatsink/fan terlebih dahulu.
Mulai overclock dengan mengubah konfigurasi bus speed (dan multiplier, pada beberapa mobo) pada motherboard. Mulai konfigurasi overclocking dari tingkat 'paling aman'.
Hubungkan kabel power ke sumber listrik.
Hidupkan komputer. Jika berlangsung dengan baik (checking memori dan prosesor berhasil), masuk ke program BIOS.
Matikan komputer kemudian periksa lagi tabel target kecepatan overclocking yang dapat diraih. Periksa juga buku manual motherboad.
Jika tidak berhasil masuk ke program BIOS Setup, maka konfigurasi overclocking pada kecepatan tersebut tidak berhasil.
Ubah konfigurasi BIOS Setup ke default (clear CMOS).
Jika berhasil masuk ke sistem operasi dengan baik. Coba kecepatan baru dengan melakukan tes. Disarankan untuk menggunakan software benchmark Prime95 selama 6 jam nonstop dan Superpi. Jika gagal saat tes benchmark dilakukan kemungkinan terjadi kesalahan dalam perhitungan sehingga program tersebut crash atau bahkan terkunci.
Jika tidak berhasil masuk ke sistem operasi periksa pendinginan yang ada, ubah konfigurasi memory timing pada BIOS Setup dengan meningkatkan wait state dan read/write cycle.
Jangan menaikkan tegangan jika tidak terpaksa, karena akan menaikkan panas.
Pendinginan sangat penting!

Inga-inga:
Selalu tingkatkan bus speed terlebih dahulu
Jangan menurunkan bus speed meskipun multiplier ditingkatkan.
Berhati-hati terhadap prosesor remark
Jika mentok terhadap FSB tertentu, tambahkan tegangan prosesor ke tingkat diatasnya.
Lebih baik menaikkan Bus speed daripada meningkatkan multiplier.
2 buah CPU identik kemampuan o/c tidak sama. alasannya baca di proses pembuatan prosesor.

Dasar Overclocking

Overclocking dapat dilakukan dengan mengetahui metode dan trik yang benar. Telah ada ribuan orang yang melaporkan kesuksesan overclock pada internet, mereka adalah para tester yang merupakan user biasa. Jika sedang membangun sistem komputer baru dan berencana untuk melakukan overclocking, pilihlah komponen-komponen yang berkualitas baik sehingga dapat diperoleh sistem yang stabil dan aman. Jika telah memiliki sistem komputer dan ingin melakukan overclock harus dipersiapkan untuk menambah atau mengganti beberapa komponen agar sukses dalam overclocking. Penggantian komponen ini sering menjadi perdebatan bahwa percuma melakukan overclocking jika harus mengganti komponen. Tetapi hal penting yang perlu diketahui adalah komponen yang perlu diganti bukanlah komponen utama yang harganya tidak semahal membeli prosesor baru.

Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah mencoba dan mencoba, disarankan untuk mem-backup data-data penting kemudian susunlah sistem ke konfigurasi minimal, yaitu hanya menggunakan komponen yang utama diperlukan oleh sistem operasi untuk bekerja. Ini termasuk menggunakan sebuah drive jika menggunakan EIDE controller pada motherboard. Ubahlah konfigurasi timing memori pada BIOS ke konfigurasi default/standar.

Hal-hal ini dilakukan untuk menghindari masalah-masalah potensial yang mungkin muncul, sehingga lebih mudah untuk melacak sebab suatu kegagalan konfigurasi pada saat melakukan overclock.

Setelah mengetahui resiko dan mengambil keputusan maka overclock dapat dimulai. Harus ada pemikiran yang realistis dan memulainya. Meng-overclock sebuah prosesor Pentium 4 2400 MHz ke 4800 MHz adalah hal yang sangat berbahaya walau tidak mustahil! Satu hal yang harus diingat adalah overclock tidak terkait dengan hal-hal yang ajaib/mistik, sehingga tahap-tahap yang dilakukan haruslah benar, teliti dan rasional bukan hanya menuruti kemauan dan ambisi mendapatkan peningkatan yang jauh. Jadi sambil nungging, pakai boneka voodoo, pakai gigi macan, bahkan dukun, sesajen, puasa dan ritual lainnya tidak ada gunanya.


Apa yang diperlukan?
CPU/Prosesor (of course, man!!)
Gunakan prosesor original atau genuine (asli), pastikan tidak ada lapisan penutup tambahan atau jejak2 mencurigakan pada prosesor. Jika prosesor adalah hasil remark maka kemungkinan besar prosesor tersebut telah di-overclock.


Motherboard
Kualitas motherboard sangat menentukan kesuksesan overclocking. Dalam keadaan ter-overclock prosesor memproduksi sinyal bersih yang lebih sedikit. Hal ini dapat menyebabkan sistem menjadi crash atau hang. Motherboard yang baik dapat menghasilkan sinyal bersih yang kemudian dikirim kepada prosesor. Sebaliknya dalam keadaan teroverclok prosesor lebih sensitif terhadap sinyal-sinyal yang tidak stabil dari bus, hal ini juga dapat menyebabkan crash dan hang. Pilih dan gunakan motherboard berkualitas dan akan lebih baik jika mendukung bus speed lebih dari 250MHz, penggunaan bus speed ini akan menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi. Merek favorit overclockers : abit, asus premium, DFI, gigabyte premium.

RAM
RAM berkualitas baik adalah produksi dengan chips nya: SAMSUNG, WINBOND, INFINEON, MICRON, HYNIX.

Pendingin
Jika overclocking berhasil dilakukan kemudian beberapa menit sistem mengalami crash kemungkinan adalah karena masalah panas. Pendingin berupa heatsink dan fan standar tidak dapat memenuhi syarat untuk overclocking. Heatsink dan fan yang berkualitas lebih baik diperlukan, atau dapat dilakukan dengan menambah jumlahnya. Dalam penambahan jumlah fan perlu dipikirkan rancangan alur sirkulasi udara yang terbaik.

Casing Komputer
Casing adalah kotak penutup yang melindungi bagian dalam CPU seperti motherboard, prosesor, hard disk, RAM, dsb. Casing adalah salah satu faktor yang menentukan sistem pendingin pada komputer. Untuk overclocking diperlukan sebuah casing yang memiliki aliran sirkulasi udara lancar. Harus ada pergantian udara yang cukup sehingga temperatur dalam casing stabil. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan 2 buah kipas blower yang berfungsi untuk memasukkan udara luar kedalam casing dan mengeluarkan udara ‘panas’ keluar casing. Akan lebih efektif jika hembusan udara langsung mengenai heatsink/fan prosesor. Jika pada casing memiliki tempat untuk kipas tambahan maka sebaiknya pada casing tersebut dipasang kipas/fan tambahan, jika tidak maka tidak tertutup kemungkinan untuk memodifikasi casing sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan aliran udara yang lancar.

Power supply
Komponen yang sering diabaikan dalam overclocking adalah power supply, sebuah power supply yang baik sangat penting untuk overclocking, bukan hanya mampu menyediakan daya yang cukup tetapi juga menyediakan daya yang bersih dan stabil untuk dialirkan ke motherboard. Semakin banyak komponen pada komputer semakin besar daya yang diperlukan, untuk komputer yang memiliki banyak peralatan (hard disk/kartu-kartu adapter) disarankan sebuah power supply 500 pure power. Power supply standar yang telah ada pada casing komputer perlu dicek kemampuan input/outputnya.

Teknik overclocking Klasik
Sebagai awalan dapat diterapkan metode overclock klasik, cara yang sederhana untuk dijelaskan, tetapi karena sederhana tidak berarti metode ini pasti berhasil. Disebut teknik overclocking klasik karena teknik ini telah diterapkan bertahun-tahun sejak prosesor 286 diproduksi. Metode overclock klasik dilakukan dengan cara mengubah konfigurasi jumper diubah ke tingkat yang lebih tinggi sehingga prosesor yang di-overclock kecepatannya naik satu tingkat. Konfigurasi jumper multiplier biasanya telah terdokumentasikan pada buku motherboard yang disertakan ketika membeli komputer. Beberapa motherboard bahkan mencetak konfigurasi jumper tersebut langsung pada permukaan board, tetapi dokumentasi pada buku biasanya lebih lengkap. Sebagai contoh pada prosesor 166 MHz dengan bus speed 66 MHz (66 x 2,5), dapat dilakukan overclock dengan menaikkan multiplier menjadi x3 sehingga diperoleh kecepatan 200 MHz (66 x 3).

Metode overclock ini telah ditinggalkan karena multiplier lock telah diaplikasikan pada tipe prosesor baru sejak Intel Pentium 3, sehingga hanya mengijinkan prosesor tersebut beroperasi pada multiplier untuk kecepatan yang telah diberikan. Ini dilakukan oleh pabrik untuk mencegah praktek overclock yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu kemudian menjualnya seharga prosesor yang tidak di-overclock (pada tingkat yang lebih tinggi). Maka harus dihindari membeli sistem komputer yang telah di-overclock. Dengan metode klasik ini tidak perlu dikhawatirkan tentang kerja komponen lain seperti RAM dan kartu AGP/PCI karena yang diubah hanyalah konfigurasi multiplier saja.

Teknik overclocking baru (Bus Overclock)
Metode overclock yang akan dibahas berikutnya adalah metode yang lebih populer yang kemudian akan disebut sebagai Bus (FSB) overclock. Bus dalam hal ini bukanlah bus sekolah yg berwarna kuning yang berisi murid sekolah. overclock dilakukan dengan cara meningkatkan timing frekuensi bus speed dari basis normal ke bus yang lebih tinggi. metode ini dapat dikombinasikan dengan metode overclock klasik. Bus overclock memungkinkan untuk mengubah clock speed prosesor ke tingkat yang secara resmi tidak ada. Ini adalah cara baru dalam overclocking, sehingga dimungkinkan untuk meningkatkan kecepatan pada tipe prosesor tercepat yang telah diproduksi, contohnya meng-overclock Pentium 4 2400 MHz menjadi 3200MHz.

Hal utama yang diperlukan untuk bus overclock adalah motherboard yang mendukung bus speed lebih tinggi dari pada bus speed standar prosesor.
Untuk mengubah bus speed dari 133 ke tingkat yang lebih tinggi diperlukan sebuah motherboard yang benar-benar mendukung kecepatan 200MHz, atau lebih.

Overclocking dengan metode ini memungkinkan meningkatnya kecepatan kerja komputer tanpa melebihi clock speed prosesor, yaitu dengan menggunakan kombinasi antara multiplier dengan bus speed sehingga menghasilkan CPU speed yang sama.

Dengan mengubah bus speed maka kerja komponen-komponen lain ikut terpengaruh sesuai dengan timing dan bus clock yang digunakan. Ini termasuk memori, kartu PCI dan AGP. Kartu PCI yang digunakan belum tentu dapat bekerja pada kecepatan bus yang lebih tinggi, pada overclocking dengan meningkatkan bus speed dari 133MHz menjadi 200MHz, kartu PCI beroperasi dari kecepatan 33 MHz naik menjadi 46 MHz. Kendalanya adalah bus overclock dinyatakan gagal jika satu komponen saja gagal/tidak bekerja dengan overclock yang dilakukan. Tetapi jika berhasil maka akan diperoleh kinerja system secara keseluruhan yang lebih cepat.

Overclocking dimulai dengan bertahap, sebagai contoh jika menggunakan prosesor Pentium 4 2400 MHz, diawali dengan konfigurasi 18 x 150 MHz yang akan menghasilkan kecepatan 2700 MHz, jika berhasil maka perlu dilakukan pemeriksaan dan tes untuk mengetahui kestabilan kerja sistem komputer. Jika konfigurasi tersebut berhasil terbuka kemungkinan untuk mencoba konfigurasi 18 x 175 MHz atau lebih. Jika sistem komputer menjadi tidak stabil setelah di-overclock maka pasokan tegangan ke prosesor dapat dinaikkan. Jika tetap berada pada clock speed standar penambahan tegangan tidak diperlukan, tetapi ketika mulai menaikkan clock speed ke tingkat yang lebih tinggi dimungkinkan perlu untuk menaikkan tegangan.

Seputar Overclocking

Prosesor dirancang untuk beroperasi pada suhu antara -25° C hingga 85° C. Sebagai gambaran pada suhu 85° C dengan tangan telanjang seseorang tidak mampu memegang prosesor lebih dari 1/10 detik.

Prosesor Intel adalah yang paling unggul dan "kuat" untuk di-overclock karena bila terlalu panas, prosesor ini hanya akan hang. Berbeda dengan AMD jaman sebelumnya, akan hangus terbakar. (AMD fans jgn marah ke gue yah, emang dulu sebelum athlon XP, gue dah pernah ngebakar Barton 2500+ )

Hindari prosesor remark. Remark dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan hanya menginginkan keuntungan saja. Remark prosesor banyak dilakukan pada prosesor produksi AMD. Salah satu kasus yang terungkap terjadi di Taiwan pada razia beberapa tahun silam yang berhasil menemukan jutaan prosesor AMD remark. Praktek remark dilakukan dengan menghapus label resmi prosesor AMD FSB 133MHz menjadi FSB166MHz. Para pemilik prosesor AMD FSB 166MHz hasil remark ternyata tidak mengetahui dan merasakan hal ini bila tidak di overclock. Apa yang bisa dilakukan user untuk menghindari pembelian prosesor remark? Hanya ada satu cara, yaitu membeli prosesor tersebut dari agen-agen bersertifikat resmi dari pabrik prosesor dan dalam KEMASAN BOXED.

Efek Overclocking

Overclocking mempunyai resiko yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem komputer karena mencoba untuk mengoperasikan sistem komputer lebih cepat dari spesifikasinya. Kerusakan ini dapat berupa kerusakan pada komponen atau data corruption. Jika belum pernah mengetahui atau mengalami sebelumnya, lakukan backup data-data penting terlebih dahulu atau agar data-data tersebut aman. Lebih baik lagi jika percobaan overclocking dilakukan dengan menggunakan hard disk cadangan yang tidak berisi data-data penting.

Overclocking tidak akan memperpendek usia kerja prosesor, tergantung pada sejauh mana overclocking itu dilakukan dan pendinginannya.

Prosesor dapat rusak atau mengalami electromigration. Electromigration terjadi pada chip silikon prosesor dalam area yang beroperasi pada suhu yang sangat tinggi, electromigration dapat menyebabkan kerusakan permanen pada prosesor. Electromigration tidak secara langsung merusak prosesor, electromigration adalah proses yang lama, sehingga dapat juga dikatakan electromigration memperpendek usia pakai prosesor. Dimisalkan usia normal sebuah prosesor kurang lebih adalah 20 tahun kerja. Tetapi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat, maka sebelum 5 tahun dapat dipastikan user telah mengupgrade atau bahkan membeli komputer baru.

Jika ingin terhindar dari electromigration maka satu hal yang penting untuk dilakukan adalah menjaga suhu prosesor agar tetap berada pada suhu operasi yang normal. Cara yang dapat diterapkan antara lain adalah dengan menggunakan pendingin heatsink dan fan yang baik, jika tingkat overclock yang dilakukan cukup tinggi maka sebaiknya menggunakan heatsink dan fan yang lebih besar, atau menggunakan peltier cooler, menggunakan thermal grease, dan membuat sirkulasi udara yang baik pada casing CPU.

Apa itu Overclocking prosesor?

Overclocking prosesor berarti mengoperasikan prosesor pada kecepatan melampaui kecepatan standar. Jika ada overclock maka juga ada istilah underclock, underclock memiliki arti yang berlawanan dengan overclock, yaitu mengoperasikan prosesor pada kecepatan yang lebih rendah. Manfaat yang dapat diperoleh dari underclock terhadap prosesor komputer adalah kala untuk membangun sebuah silent PC. tapi tidak ada benefit lainnya.
Overclocking adalah upaya yang dilakukan dengan tujuan memaksimalkan/meningkatkan kecepatan kinerja sistem komputer dengan cara meningkatkan multiplier atau bus speed.
Prinsip overclocker sejati: overclock semaksimal mungkin dengan biaya seminimalnya.

oke, cut the thing short:
Dengan meningkatkan multiplier atau bus speed atau keduanya akan menghasilkan CPU clock speed yang lebih tinggi, dengan naiknya CPU clock speed maka kecepatan kerja prosesor juga meningkat. Selain itu dalam overclocking perlu dicapai suatu sistem komputer yang tetap stabil dan aman dalam arti tidak mengalami crash atau hang saat digunakan.

Jawaban utama mengapa overclocking dilakukan adalah untuk mendapatkan peningkatan kecepatan kerja prosesor, tetapi ada beberapa alasan yang lebih spesifik, antara lain:
Memperoleh peningkatan kecepatan kinerja sistem komputer secara permanen tanpa biaya atau dengan biaya minimal yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan membeli prosesor baru.