Overclocking dapat dilakukan dengan mengetahui metode dan trik yang benar. Telah ada ribuan orang yang melaporkan kesuksesan overclock pada internet, mereka adalah para tester yang merupakan user biasa. Jika sedang membangun sistem komputer baru dan berencana untuk melakukan overclocking, pilihlah komponen-komponen yang berkualitas baik sehingga dapat diperoleh sistem yang stabil dan aman. Jika telah memiliki sistem komputer dan ingin melakukan overclock harus dipersiapkan untuk menambah atau mengganti beberapa komponen agar sukses dalam overclocking. Penggantian komponen ini sering menjadi perdebatan bahwa percuma melakukan overclocking jika harus mengganti komponen. Tetapi hal penting yang perlu diketahui adalah komponen yang perlu diganti bukanlah komponen utama yang harganya tidak semahal membeli prosesor baru.
Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah mencoba dan mencoba, disarankan untuk mem-backup data-data penting kemudian susunlah sistem ke konfigurasi minimal, yaitu hanya menggunakan komponen yang utama diperlukan oleh sistem operasi untuk bekerja. Ini termasuk menggunakan sebuah drive jika menggunakan EIDE controller pada motherboard. Ubahlah konfigurasi timing memori pada BIOS ke konfigurasi default/standar.
Hal-hal ini dilakukan untuk menghindari masalah-masalah potensial yang mungkin muncul, sehingga lebih mudah untuk melacak sebab suatu kegagalan konfigurasi pada saat melakukan overclock.
Setelah mengetahui resiko dan mengambil keputusan maka overclock dapat dimulai. Harus ada pemikiran yang realistis dan memulainya. Meng-overclock sebuah prosesor Pentium 4 2400 MHz ke 4800 MHz adalah hal yang sangat berbahaya walau tidak mustahil! Satu hal yang harus diingat adalah overclock tidak terkait dengan hal-hal yang ajaib/mistik, sehingga tahap-tahap yang dilakukan haruslah benar, teliti dan rasional bukan hanya menuruti kemauan dan ambisi mendapatkan peningkatan yang jauh. Jadi sambil nungging, pakai boneka voodoo, pakai gigi macan, bahkan dukun, sesajen, puasa dan ritual lainnya tidak ada gunanya.
Apa yang diperlukan?
CPU/Prosesor (of course, man!!)
Gunakan prosesor original atau genuine (asli), pastikan tidak ada lapisan penutup tambahan atau jejak2 mencurigakan pada prosesor. Jika prosesor adalah hasil remark maka kemungkinan besar prosesor tersebut telah di-overclock.
Motherboard
Kualitas motherboard sangat menentukan kesuksesan overclocking. Dalam keadaan ter-overclock prosesor memproduksi sinyal bersih yang lebih sedikit. Hal ini dapat menyebabkan sistem menjadi crash atau hang. Motherboard yang baik dapat menghasilkan sinyal bersih yang kemudian dikirim kepada prosesor. Sebaliknya dalam keadaan teroverclok prosesor lebih sensitif terhadap sinyal-sinyal yang tidak stabil dari bus, hal ini juga dapat menyebabkan crash dan hang. Pilih dan gunakan motherboard berkualitas dan akan lebih baik jika mendukung bus speed lebih dari 250MHz, penggunaan bus speed ini akan menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi. Merek favorit overclockers : abit, asus premium, DFI, gigabyte premium.
RAM
RAM berkualitas baik adalah produksi dengan chips nya: SAMSUNG, WINBOND, INFINEON, MICRON, HYNIX.
Pendingin
Jika overclocking berhasil dilakukan kemudian beberapa menit sistem mengalami crash kemungkinan adalah karena masalah panas. Pendingin berupa heatsink dan fan standar tidak dapat memenuhi syarat untuk overclocking. Heatsink dan fan yang berkualitas lebih baik diperlukan, atau dapat dilakukan dengan menambah jumlahnya. Dalam penambahan jumlah fan perlu dipikirkan rancangan alur sirkulasi udara yang terbaik.
Casing Komputer
Casing adalah kotak penutup yang melindungi bagian dalam CPU seperti motherboard, prosesor, hard disk, RAM, dsb. Casing adalah salah satu faktor yang menentukan sistem pendingin pada komputer. Untuk overclocking diperlukan sebuah casing yang memiliki aliran sirkulasi udara lancar. Harus ada pergantian udara yang cukup sehingga temperatur dalam casing stabil. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan 2 buah kipas blower yang berfungsi untuk memasukkan udara luar kedalam casing dan mengeluarkan udara ‘panas’ keluar casing. Akan lebih efektif jika hembusan udara langsung mengenai heatsink/fan prosesor. Jika pada casing memiliki tempat untuk kipas tambahan maka sebaiknya pada casing tersebut dipasang kipas/fan tambahan, jika tidak maka tidak tertutup kemungkinan untuk memodifikasi casing sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan aliran udara yang lancar.
Power supply
Komponen yang sering diabaikan dalam overclocking adalah power supply, sebuah power supply yang baik sangat penting untuk overclocking, bukan hanya mampu menyediakan daya yang cukup tetapi juga menyediakan daya yang bersih dan stabil untuk dialirkan ke motherboard. Semakin banyak komponen pada komputer semakin besar daya yang diperlukan, untuk komputer yang memiliki banyak peralatan (hard disk/kartu-kartu adapter) disarankan sebuah power supply 500 pure power. Power supply standar yang telah ada pada casing komputer perlu dicek kemampuan input/outputnya.
Teknik overclocking Klasik
Sebagai awalan dapat diterapkan metode overclock klasik, cara yang sederhana untuk dijelaskan, tetapi karena sederhana tidak berarti metode ini pasti berhasil. Disebut teknik overclocking klasik karena teknik ini telah diterapkan bertahun-tahun sejak prosesor 286 diproduksi. Metode overclock klasik dilakukan dengan cara mengubah konfigurasi jumper diubah ke tingkat yang lebih tinggi sehingga prosesor yang di-overclock kecepatannya naik satu tingkat. Konfigurasi jumper multiplier biasanya telah terdokumentasikan pada buku motherboard yang disertakan ketika membeli komputer. Beberapa motherboard bahkan mencetak konfigurasi jumper tersebut langsung pada permukaan board, tetapi dokumentasi pada buku biasanya lebih lengkap. Sebagai contoh pada prosesor 166 MHz dengan bus speed 66 MHz (66 x 2,5), dapat dilakukan overclock dengan menaikkan multiplier menjadi x3 sehingga diperoleh kecepatan 200 MHz (66 x 3).
Metode overclock ini telah ditinggalkan karena multiplier lock telah diaplikasikan pada tipe prosesor baru sejak Intel Pentium 3, sehingga hanya mengijinkan prosesor tersebut beroperasi pada multiplier untuk kecepatan yang telah diberikan. Ini dilakukan oleh pabrik untuk mencegah praktek overclock yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu kemudian menjualnya seharga prosesor yang tidak di-overclock (pada tingkat yang lebih tinggi). Maka harus dihindari membeli sistem komputer yang telah di-overclock. Dengan metode klasik ini tidak perlu dikhawatirkan tentang kerja komponen lain seperti RAM dan kartu AGP/PCI karena yang diubah hanyalah konfigurasi multiplier saja.
Teknik overclocking baru (Bus Overclock)
Metode overclock yang akan dibahas berikutnya adalah metode yang lebih populer yang kemudian akan disebut sebagai Bus (FSB) overclock. Bus dalam hal ini bukanlah bus sekolah yg berwarna kuning yang berisi murid sekolah. overclock dilakukan dengan cara meningkatkan timing frekuensi bus speed dari basis normal ke bus yang lebih tinggi. metode ini dapat dikombinasikan dengan metode overclock klasik. Bus overclock memungkinkan untuk mengubah clock speed prosesor ke tingkat yang secara resmi tidak ada. Ini adalah cara baru dalam overclocking, sehingga dimungkinkan untuk meningkatkan kecepatan pada tipe prosesor tercepat yang telah diproduksi, contohnya meng-overclock Pentium 4 2400 MHz menjadi 3200MHz.
Hal utama yang diperlukan untuk bus overclock adalah motherboard yang mendukung bus speed lebih tinggi dari pada bus speed standar prosesor.
Untuk mengubah bus speed dari 133 ke tingkat yang lebih tinggi diperlukan sebuah motherboard yang benar-benar mendukung kecepatan 200MHz, atau lebih.
Overclocking dengan metode ini memungkinkan meningkatnya kecepatan kerja komputer tanpa melebihi clock speed prosesor, yaitu dengan menggunakan kombinasi antara multiplier dengan bus speed sehingga menghasilkan CPU speed yang sama.
Dengan mengubah bus speed maka kerja komponen-komponen lain ikut terpengaruh sesuai dengan timing dan bus clock yang digunakan. Ini termasuk memori, kartu PCI dan AGP. Kartu PCI yang digunakan belum tentu dapat bekerja pada kecepatan bus yang lebih tinggi, pada overclocking dengan meningkatkan bus speed dari 133MHz menjadi 200MHz, kartu PCI beroperasi dari kecepatan 33 MHz naik menjadi 46 MHz. Kendalanya adalah bus overclock dinyatakan gagal jika satu komponen saja gagal/tidak bekerja dengan overclock yang dilakukan. Tetapi jika berhasil maka akan diperoleh kinerja system secara keseluruhan yang lebih cepat.
Overclocking dimulai dengan bertahap, sebagai contoh jika menggunakan prosesor Pentium 4 2400 MHz, diawali dengan konfigurasi 18 x 150 MHz yang akan menghasilkan kecepatan 2700 MHz, jika berhasil maka perlu dilakukan pemeriksaan dan tes untuk mengetahui kestabilan kerja sistem komputer. Jika konfigurasi tersebut berhasil terbuka kemungkinan untuk mencoba konfigurasi 18 x 175 MHz atau lebih. Jika sistem komputer menjadi tidak stabil setelah di-overclock maka pasokan tegangan ke prosesor dapat dinaikkan. Jika tetap berada pada clock speed standar penambahan tegangan tidak diperlukan, tetapi ketika mulai menaikkan clock speed ke tingkat yang lebih tinggi dimungkinkan perlu untuk menaikkan tegangan.
Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah mencoba dan mencoba, disarankan untuk mem-backup data-data penting kemudian susunlah sistem ke konfigurasi minimal, yaitu hanya menggunakan komponen yang utama diperlukan oleh sistem operasi untuk bekerja. Ini termasuk menggunakan sebuah drive jika menggunakan EIDE controller pada motherboard. Ubahlah konfigurasi timing memori pada BIOS ke konfigurasi default/standar.
Hal-hal ini dilakukan untuk menghindari masalah-masalah potensial yang mungkin muncul, sehingga lebih mudah untuk melacak sebab suatu kegagalan konfigurasi pada saat melakukan overclock.
Setelah mengetahui resiko dan mengambil keputusan maka overclock dapat dimulai. Harus ada pemikiran yang realistis dan memulainya. Meng-overclock sebuah prosesor Pentium 4 2400 MHz ke 4800 MHz adalah hal yang sangat berbahaya walau tidak mustahil! Satu hal yang harus diingat adalah overclock tidak terkait dengan hal-hal yang ajaib/mistik, sehingga tahap-tahap yang dilakukan haruslah benar, teliti dan rasional bukan hanya menuruti kemauan dan ambisi mendapatkan peningkatan yang jauh. Jadi sambil nungging, pakai boneka voodoo, pakai gigi macan, bahkan dukun, sesajen, puasa dan ritual lainnya tidak ada gunanya.
Apa yang diperlukan?
CPU/Prosesor (of course, man!!)
Gunakan prosesor original atau genuine (asli), pastikan tidak ada lapisan penutup tambahan atau jejak2 mencurigakan pada prosesor. Jika prosesor adalah hasil remark maka kemungkinan besar prosesor tersebut telah di-overclock.
Motherboard
Kualitas motherboard sangat menentukan kesuksesan overclocking. Dalam keadaan ter-overclock prosesor memproduksi sinyal bersih yang lebih sedikit. Hal ini dapat menyebabkan sistem menjadi crash atau hang. Motherboard yang baik dapat menghasilkan sinyal bersih yang kemudian dikirim kepada prosesor. Sebaliknya dalam keadaan teroverclok prosesor lebih sensitif terhadap sinyal-sinyal yang tidak stabil dari bus, hal ini juga dapat menyebabkan crash dan hang. Pilih dan gunakan motherboard berkualitas dan akan lebih baik jika mendukung bus speed lebih dari 250MHz, penggunaan bus speed ini akan menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi. Merek favorit overclockers : abit, asus premium, DFI, gigabyte premium.
RAM
RAM berkualitas baik adalah produksi dengan chips nya: SAMSUNG, WINBOND, INFINEON, MICRON, HYNIX.
Pendingin
Jika overclocking berhasil dilakukan kemudian beberapa menit sistem mengalami crash kemungkinan adalah karena masalah panas. Pendingin berupa heatsink dan fan standar tidak dapat memenuhi syarat untuk overclocking. Heatsink dan fan yang berkualitas lebih baik diperlukan, atau dapat dilakukan dengan menambah jumlahnya. Dalam penambahan jumlah fan perlu dipikirkan rancangan alur sirkulasi udara yang terbaik.
Casing Komputer
Casing adalah kotak penutup yang melindungi bagian dalam CPU seperti motherboard, prosesor, hard disk, RAM, dsb. Casing adalah salah satu faktor yang menentukan sistem pendingin pada komputer. Untuk overclocking diperlukan sebuah casing yang memiliki aliran sirkulasi udara lancar. Harus ada pergantian udara yang cukup sehingga temperatur dalam casing stabil. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan 2 buah kipas blower yang berfungsi untuk memasukkan udara luar kedalam casing dan mengeluarkan udara ‘panas’ keluar casing. Akan lebih efektif jika hembusan udara langsung mengenai heatsink/fan prosesor. Jika pada casing memiliki tempat untuk kipas tambahan maka sebaiknya pada casing tersebut dipasang kipas/fan tambahan, jika tidak maka tidak tertutup kemungkinan untuk memodifikasi casing sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan aliran udara yang lancar.
Power supply
Komponen yang sering diabaikan dalam overclocking adalah power supply, sebuah power supply yang baik sangat penting untuk overclocking, bukan hanya mampu menyediakan daya yang cukup tetapi juga menyediakan daya yang bersih dan stabil untuk dialirkan ke motherboard. Semakin banyak komponen pada komputer semakin besar daya yang diperlukan, untuk komputer yang memiliki banyak peralatan (hard disk/kartu-kartu adapter) disarankan sebuah power supply 500 pure power. Power supply standar yang telah ada pada casing komputer perlu dicek kemampuan input/outputnya.
Teknik overclocking Klasik
Sebagai awalan dapat diterapkan metode overclock klasik, cara yang sederhana untuk dijelaskan, tetapi karena sederhana tidak berarti metode ini pasti berhasil. Disebut teknik overclocking klasik karena teknik ini telah diterapkan bertahun-tahun sejak prosesor 286 diproduksi. Metode overclock klasik dilakukan dengan cara mengubah konfigurasi jumper diubah ke tingkat yang lebih tinggi sehingga prosesor yang di-overclock kecepatannya naik satu tingkat. Konfigurasi jumper multiplier biasanya telah terdokumentasikan pada buku motherboard yang disertakan ketika membeli komputer. Beberapa motherboard bahkan mencetak konfigurasi jumper tersebut langsung pada permukaan board, tetapi dokumentasi pada buku biasanya lebih lengkap. Sebagai contoh pada prosesor 166 MHz dengan bus speed 66 MHz (66 x 2,5), dapat dilakukan overclock dengan menaikkan multiplier menjadi x3 sehingga diperoleh kecepatan 200 MHz (66 x 3).
Metode overclock ini telah ditinggalkan karena multiplier lock telah diaplikasikan pada tipe prosesor baru sejak Intel Pentium 3, sehingga hanya mengijinkan prosesor tersebut beroperasi pada multiplier untuk kecepatan yang telah diberikan. Ini dilakukan oleh pabrik untuk mencegah praktek overclock yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu kemudian menjualnya seharga prosesor yang tidak di-overclock (pada tingkat yang lebih tinggi). Maka harus dihindari membeli sistem komputer yang telah di-overclock. Dengan metode klasik ini tidak perlu dikhawatirkan tentang kerja komponen lain seperti RAM dan kartu AGP/PCI karena yang diubah hanyalah konfigurasi multiplier saja.
Teknik overclocking baru (Bus Overclock)
Metode overclock yang akan dibahas berikutnya adalah metode yang lebih populer yang kemudian akan disebut sebagai Bus (FSB) overclock. Bus dalam hal ini bukanlah bus sekolah yg berwarna kuning yang berisi murid sekolah. overclock dilakukan dengan cara meningkatkan timing frekuensi bus speed dari basis normal ke bus yang lebih tinggi. metode ini dapat dikombinasikan dengan metode overclock klasik. Bus overclock memungkinkan untuk mengubah clock speed prosesor ke tingkat yang secara resmi tidak ada. Ini adalah cara baru dalam overclocking, sehingga dimungkinkan untuk meningkatkan kecepatan pada tipe prosesor tercepat yang telah diproduksi, contohnya meng-overclock Pentium 4 2400 MHz menjadi 3200MHz.
Hal utama yang diperlukan untuk bus overclock adalah motherboard yang mendukung bus speed lebih tinggi dari pada bus speed standar prosesor.
Untuk mengubah bus speed dari 133 ke tingkat yang lebih tinggi diperlukan sebuah motherboard yang benar-benar mendukung kecepatan 200MHz, atau lebih.
Overclocking dengan metode ini memungkinkan meningkatnya kecepatan kerja komputer tanpa melebihi clock speed prosesor, yaitu dengan menggunakan kombinasi antara multiplier dengan bus speed sehingga menghasilkan CPU speed yang sama.
Dengan mengubah bus speed maka kerja komponen-komponen lain ikut terpengaruh sesuai dengan timing dan bus clock yang digunakan. Ini termasuk memori, kartu PCI dan AGP. Kartu PCI yang digunakan belum tentu dapat bekerja pada kecepatan bus yang lebih tinggi, pada overclocking dengan meningkatkan bus speed dari 133MHz menjadi 200MHz, kartu PCI beroperasi dari kecepatan 33 MHz naik menjadi 46 MHz. Kendalanya adalah bus overclock dinyatakan gagal jika satu komponen saja gagal/tidak bekerja dengan overclock yang dilakukan. Tetapi jika berhasil maka akan diperoleh kinerja system secara keseluruhan yang lebih cepat.
Overclocking dimulai dengan bertahap, sebagai contoh jika menggunakan prosesor Pentium 4 2400 MHz, diawali dengan konfigurasi 18 x 150 MHz yang akan menghasilkan kecepatan 2700 MHz, jika berhasil maka perlu dilakukan pemeriksaan dan tes untuk mengetahui kestabilan kerja sistem komputer. Jika konfigurasi tersebut berhasil terbuka kemungkinan untuk mencoba konfigurasi 18 x 175 MHz atau lebih. Jika sistem komputer menjadi tidak stabil setelah di-overclock maka pasokan tegangan ke prosesor dapat dinaikkan. Jika tetap berada pada clock speed standar penambahan tegangan tidak diperlukan, tetapi ketika mulai menaikkan clock speed ke tingkat yang lebih tinggi dimungkinkan perlu untuk menaikkan tegangan.

No comments:
Post a Comment